H-30 #goFARwithMI


Hello October! Degdegan banget Hari H sudah semakin dekat dan untuk perjalanan menuju #goFARWithMI Aku memutuskan untuk kembali menulis. 9 tahun lalu aku memulai karir disini, berawal dari kumpulan tips kecantikan yang akhirnya menjadi MyTipsCantik. Little that I know tips-tips itulah yang bisa membuatku berada di titik sekarang. Titik sekarang adalah sebuah pencapaian. Bukan hanya materi, tapi juga batin. Dan kalian punya peran besar dalam kehidupanku.. You’re there from day 1, through all my exes, now I finally found the one. Just like bestfriends, ofcourse I’ll tell you everything!

Di saat IG caption maupun story dijadikan ajang julid atau bahan hossip.. Jujur rindu mengkungkapkan isi hati tanpa rasa harus mendapatkan validasi dari siapapun. Alasan kenapa aku ingin mulai lagi menulis karena tahun ini aku mengalami 2 moment penting… Moment yang pertama adalah bahwa….awal tahun ini.. aku di lamar! Moment kedua… aku berangkat Umrah but we’ll talk about that in the next post.. Walaupun berita ini sudah menjalar di IG but it just doesn’t feel right kalo tidak ada rekam jejak digital di blog ini yang sudah menyaksikan asam garam di setiap post yang kutulis.. Ini adalah lembar pertama menuju #sah, really it’s not as dreamy as it seems but I promise you it will be worth it. This is a post for the twenty, thirty, forty something.. who got it all but haven’t figure it all just yet.


Fariz melamar di saat aku masih merasa pesimis akan “happy ending” In the back of my head I always think I’m never getting married, no one can handle this complicated Sagitarian with a sensitive heart and a sharp mouth that cuts through bullshit… Walaupun aku adalah seorang hopeless romantic dan mengidamkan fairytale ending tapi perjalanan romansa aku selalu berakhir pilu (but oh boy I’m so f*ckin grateful for my EX) Thank u, next! let’s not go there.. Kita bicara realita, I’m 28 years old with a past, with my fair share of baggage.. Yet I’m proud of my achievements, I pay my bills, not exactly living my best life but I’m livin.. survivin’.. 28 ya udh aroma-aroma deg-degan masih berstatus lajang..usia yang udah borderline antara masih di terror “kapan nikah” sama orang udah gak peduli.. karena untuk perempuan Indonesia… diatas 25th belum menikah tuh kategorinya udah AZAB.

Kalo kilas balik early 20’s kebelet nikahnya eh buset lebayyy.. keinginan ini biasanya di copy-paste dari orang tua kita “udah lah kamu ngapain lagi sih pacaran, diatas 30 kamu udah capek nanti ngurus anak” “yang ini kira-kira arahanya gimana? udah ngajak serius? Jangan lama-lama ya…” yakin benerrrr kalian pasti mengalami sindiran yang serupa…  Jadi sebenernya benih-benih rasa insecure bahwa umur 30 itu adalah the end of the world untuk para perempuan Indonesia .. ya sudah ditanamkan sejak dini..
Alhasil? Keinginan menikah sebelum masa kadaluarsa…. Tapi lupa kan bahwa sebenernya arti menikah yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan masa kadaluarsa?! Melainkan kesiapan mental yang tidak bisa di pukul rata kapan siapnya.. Dan ini rasanya kaya ada DING *lightbulb* pas Fariz melamar, it all made sense why it never worked out with anyone else.

Kesiapan mental…Terbentuk oleh waktu. Aku gamau bilang oleh pengalaman.. karena sekalipun kamu melalui banyak pengalaman hidup.. kalo waktunya tidak tepat.. tetap saja kamu gak akan merasa siap. Some of my best friends got married at 21, some got married at 41… and they’re happy.   Kalo kata yang di Atas “oh waktunya menikah” mau jam terbang tinggi atau newbie… yaudah jodohnya kewong. Dan aura diajak sah itu beneran ADA, cowok tuh punya instinct ini cewek bisa jadi pendamping hidup gw gak.. bisa jadi Ibu anak2gw gak… dan itu yang bisa mencium aura2 tsb cuma kaum Adam… kita kaum Hawa hanya bisa mempersiapkan diri agar kelak aura diajak sah nya tercium oleh calon pasangan yang cucoook. Trust the timing of your life.

So what did I do different this time? Sampe akhirnya aura sah gw tercium oleh Fariz… kalo diinget-inget… dalam hubungan ini gw JAUH lebih santai, kasarnya.. ya kalo jadi sukur.. gak jadi juga ya jodoh ga kemana…Dibanding dulu kayanya setiap pacaran ngehayalnya udah jauh, kebelet nikah banget tapi sebenernya mentalnya belum siap. Kesiapan mental apa sih sebenernya yang gw rasain berbeda? Euphoria menikah dulu hanya berhenti sampai wedding day, planning my perfect wedding day… tapi gak mikirin what is my perfect marriage? Truth is, real life begins after your wedding party,  that’s when sh*t get real. Woi kita bakal sama ini orang sampe akhir hayat, taking care of him, kentut bareng, ganteng nya mungkin bakal ilang, berjuang bersama, getting sexy with the same person for the rest of our life… SIAP GAK?!

Take a deep breath… Di saat gw menilik poin-poin diatas… Pertanyaanya juga jadi gw balik ke diri sendiri… Apakah gw udah jadi perempuan yang pantas untuk bikin seorang pria settle down? Disitulah gw pelan-pelan mulai menyelam sambil minum air, gw menjalankan hubungan ini sambil belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik… Melihat sisi lain dari setiap argumen.. lebih sering Mendengar .. Memberi lebih banyak… And boy it feels GOOD.

At first, letting my guards down and lowering my ego is so damn hard… Jujur aku selalu merasa apa-apa bisa sendiri, bisa nyari duit sendiri, my success does not happen over night and it wasn’t easy..jadi selalu cari pasangan yang HARUS bisa lebih dari gw dong.. dalam segala hal..but you know what.. Diatas langit masih ada langit, kalo kita nyari yang lebih terus gak akan ada habisnya…  Yang terpenting adalah menemukan pasangan hidup yang bisa bikin tidur nyenyak, bring out the best version of ourselves & both of you are willing to grow.. together.

Jangan pernah dengerin kata orang.. Tentang masa kadaluarsa lah… Atau peer preasure temen2 udah pada nikah. I think if I can tell my 20 year old self is to NOT TO TAKE DATING SERIOUSLY, dan anggap aja pacaran sebagai batu loncatan untuk nyari yg “tepat” tapi klo memang misalnya putus yaudah emang belum jodoh jangan ditangisi kaya dunia mau kiamat, because just believe that God has so much better plan for you. We have all the time in the world to find ourself, discover our passion, be in love with the experience, enrich ourselves with knowledge, eat good food, spread the love… give more, be nice! and one day… someday… someone will walk into your life and show why it never worked out for anyone else.

Engagement Vendors List:
Hair & Makeup: Adi Adrian
Kebaya: Yani Soemali
Decor: Papertree
WO: Renjana
Documentation: Les Voeux
1 of #MyTipsWedding

3 thoughts on “H-30 #goFARwithMI

  1. Huuu bener bangeet semua yg ditulis diatas, im 32yo,masih single,udah mulai gak peduli sama pertanyaan ‘kapan nikah’ karena percaya banget akan ada waktunya dan terus ‘memantaskan diri’ supaya ketemu jodoh yg pantas???? Im happy for you mi?

  2. Aku seneng bacanya. Relate sm kehidupanku sekarang. Anyway, semoga lancar2 persiapan kawinannya smpe hari H ya kak Harumi. God bless you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *